Mempelajari, mensimulasikan, dan melestarikan seni pelarasan gamelan (Slendro & Pelog) yang dikembangkan oleh Muhamad Ainun Zibran.
Memahami struktur dan estetika akustik Gamelan Jawa
Sistem tangga nada gamelan Jawa dibagi menjadi dua laras utama: Slendro (5 nada per oktaf dengan interval yang cenderung merata) dan Pelog (7 nada per oktaf dengan interval yang sangat bervariasi: ada yang sangat lebar dan sempit).
Embat adalah perlakuan khusus terhadap interval oktaf (gembyang). Berbeda dengan musik Barat yang oktafnya selalu presisi (rasio 2:1), empu gamelan dengan sengaja meregangkan (Mulur) atau menyempitkan (Mungkret) interval oktaf untuk menciptakan efek dengung (ombak) yang khas.
1. Embat Pleng: Oktaf presisi tanpa regangan (mirip standar musik Barat).
2. Embat Mulur: Oktaf ditarik lebih lebar dari 2:1, menciptakan ketegangan dan karakter suara gemerincing yang cerah.
3. Embat Mungkret: Oktaf ditekan lebih sempit dari 2:1, menciptakan kesan suara yang berat dan berwibawa.
Sistem presisi pelarasan & peta organologi gamelan